fuckin politic’s ass….!

Posted in comunity on Mei 14, 2009 by zy88

kenapa harus rakyat?kenapa harus agama yang menjadi alat dan senjata mereka hanya demi merealisasikan ambisi-ambisi yang mereka canangkan?

seharusnya dunia lebih damai tanpa ambisi mereka,politik ilmu yang suci,ilmu yang mengajarkan tatanan kehidupan manusia,tapi politikusnya semuanya anjing,anjing yang lapar,yang memakan yang lemah dan menyembah yang kuat.

teriakan anak2 jalanan hanyalah hiasan di hide line media masa,teriakan orang orang miskin hanyalah topik harian yang mereka bincangkan,semua sudah biasa dan akan ada sampai kapanpun,selama politikus masih seperti ini.

indonesia yang kaya raya  dengan sumber daya alamnya hanyalah dongeng yang di ceritakan di jaman SD,indonesia yang penuh dengan kekayaan tambang hanya untuk mereka yang berkuasa,rakyat kecil tetap di jajah di bumi sendiri….

kapitalis sejati merangkul agama untuk berlindung,bersembunyi di ketiak2 organisasi sosial,untuk memudahkan sepak terjang mereka.

korupsi bukan lagi sesuatu yang hina,tetapi kebanggaan bagi yang mampu mengelabui rakyat,pemberantasnya hanya iseng2 saja dalam bekerja.itulah indonesia,ngga akan pernah berubah,dari jaman merdeka sampai kini….!!

perjuangan hanya teriakan,yang hilang ketika air habis…..!

maret sial,mei malang….!!

Posted in Uncategorized on Mei 14, 2009 by zy88

di tengah keramaian kuala lumpur,sedikitpun aku ngga ngerasain itu.di tengah riang tawa gadis-gadis manis,sedikitpun tidak membuatku mengikuti rentak mereka.

biarpun haampir 2,5 tahun di sini tapi hatiku tak pernah singgah sedikitpun,hatiku selalu menyuruh aku pulang,tetapi otakku masih berpikir panjang…

sejak pertama menginjakkan kaki di malaka februari dua tahun lalu sejak itulah hatiku merintih,melawan arus hidup yang aku rasa bukan kehidupanku,bersahabat dengan matahari yang sebelumnya adalah musuh beratku.

dan keadaan mengajariku untuk menantang kekerasan,untuk mencoba sesuatu yang belum pernah aku coba,untuk bertahan hidup di kala jauh dari keluarga dan tidak mengeluh dengan siapapun.

sampai akhirnya aku kabur dan mendapat tempat di kuala lumpur.

walau banyak senyuman aku dapat di sini,tapi bukan seperti dulu ketika tersenyum di antara adik-adik dan keluarga,semua melihat,semua tersenyum saat aku tersenyum,memanjakanku di saat sakit,memapahku di saat tak berdaya,menuntunku ke arah yang mereka anggap lurus.

tapi di sini aku benar-benar sendiri,menghitung hari seolah menunggu mati,padahal aku sadar,banyak yang mengharapkan aku,banyak yang butuh bantuanku,tapi apa yang mau di kata..?sedangkan di sini aku tak seperti yang aku duga sebelumnya.

ingin sebenarnya aku membuat semua tersenyum,gembira dan bangga dengan seorang AZIZ,tapi untuk itu terlalu berat buat aku,terlalu kecil aku untuk membesarkan sebuah keluarga yang memang sudah besar,terlalu besar harapan yang di berikan kepadaku.

malaysia bukanlah tempatku,tapi keadaan telah memenjarakan aku di sini,membuat hidup yang dulu lues semakin kaku,membuat yang dulu lunak menjadi keras,membuat yang dulu takut menjadi garang,membuat yang dulu tak ada menjadi banyak,bahkan yang dulu ada sekarang hilang,itulah malaysia,mengajarkan kerasnya hidup tanpa peraduan,tanpa bimbingan,berjalan sendiri.

di sini semua berlomba mencari lumbung emas,mencari pengakuan atas hartanya,mencari yang mereka sebut simpanan kekayaan,aku ingin seperti mereka,tapi aku tak bisa menirunya.

Hidup hanya untuk bekerja,pagi berangkat malam pulang,aku belum mau menghabiskan waktuku untuk sesuatu yang fana seperti itu,tapi aku juga ngga bisa memanfaatkan waktu yang tak aku gunakan,bener-bego di sini…

penyesalan bukanlah jalan,yang pasti pengalaman aku di sini sudah aku bayar mahal,terlalu mahal bahkan.

walaupun kadang mengeluh dalam menjejaki hidup,tapi belajar dari hari-hari yang aku buang tidak sia-sia,semua ada maknanya,walaupun bukan uang.

dan kalo akhirnya nanti banyak yang kecewa,aku minta maaf,aku tidak bisa memberi apa yang kalian mau,padahal aku sudah berusaha,tapi apa yang aku inginpun belum aku dapet.

seperti apa jlanku nanti…?

February,a

Posted in aku on Maret 25, 2009 by zy88

sore yang indah,tiba2 badan lemes semua sepertinya tulang-tulang yang menyangga tubuhku sudah hilang,aku berbaring menatap langit-langit rumah,Beghhhh kotor!!!

suara berisik datang dari luar kamar,seperti suara panik,apa ada kebakaran?tanyaku dalam hati.Tiba-tiba terdengar suara pintu di gedor,keras.Dari luar pintu terdengar suara memanggil namaku,”JIz,ayah kamu kecelakaan,tadi ada orang kasitau,cepet kamu susul sana”.aku coba tenang,dan berangkat menyusul ayah.

Jam 07,00 malam,badanku terasa sungguh dingin,menggigil malah,melihat ayah terbaring di sebuah ranjang di Kamar UGD,RSUD pbg dan ga bisa nggerakin seluruh  badannya,tiba-tiba terdengar suara mama dari belakang,”JIz bagaimana keadaan ayahmu?”sambil menoleh ke belakang saya melihat mama sedang melihat ayah yang terbaring di dalam UGD,saya tau kesedihan mama yang sangat dalam ketika tiba-tiba mama memeluk saya.”Dokter sedang memeriksa hasil pemeriksaan sinar x,kata dokter ada kemungkinan tulang belakang ayah patah,karena ayah ga bisa nggerakin badan,tangan dan kakinya.”saya tau mama tambah terpukul dengan apa yang saya sampaikan.”Kita berdoa saja ma,biar apa yang di katakan dokter ga bener”.aku coba buat mama tenang.

sudah hampir tengah malam,ayah sudah di pindahkan ke kamar kenanga nmr 4.mama dari tadi di dalam,nemenin ayah yang terbaring lemah,mereka belum tidur.Di luar aku dan msno,mencoba mengelabui keadaan dengan mencoba mengalihkan perhatian tentang pekerjaan.

sudah hampir jam3 pagi,Msno sudah terlelap,aku ngga bisa tidur,masih terpikir tentang ayah,apa yang harus aku lakukan?

Dokter masih belum mengenal pasti apa yang terjadi dgn ayah,Dkter bilang tidak ada tulang yang patah,dan besok sekali lagi menjalani pemeriksaan x ray.

hari yang menyebalkan…..!

crass

Posted in musik on Maret 7, 2009 by zy88

Crass dibentuk pada tahun 1977, di sekitar lingkungan Dial House, sebuah ‘komunitas terbuka’ dekat Epping, kota Essex, di Inggris. Dengan adanya lagu-lagu dari Sex Pistols, anarkisme menjadi candaan tentang kesadaran diri yang nihilis, namun Crass berdiri untuk berhubungan langsung dengan kaum pembebasan sosialis dan menjadi sebuah variasi komunal pemikiran politik pada abad ke-20.

Dengan membawa manifesto dari punk, Do It Yourself, Crass menyatukan kegunaan dari lagu-lagu, film, suara-suara kolase, gambar-gambar dan pergerakan subversi untuk menghadirkan kritikan yang inovatif dan berkelanjutan melawan semua yang mereka pandang sebagai sebuah budaya yang dibangun dengan landasan dari peperangan, kekerasan, sexisme, kemunafikan agama dan konsumerisme yang berlebihan. Mereka juga melawan bersama para orang-orang anarko-pasifis yang mana menjadi sebuah gerakan yang besar di lingkungan musik punk.

Daftar isi

[sembunyikan]

 Awal mula Crass

Band tersebut terbentuk saat pendiri dari Dial House dan mantan anggota grup EXIT, sebuah grup performance art avant-garde, Penny Rimbaud (nama asli Jerry Ratter), mulai bermain musik bersama seorang penggemar Clash, Steve Ignorant, yang tinggal di Dial House. Berdua mereka merekam lagu So What? dan Do They Owe Us A Living? yang mereka sebut duet drums dan vokal. Untuk masa yang sangat singkat mereka menyebut dirinya Stormtrooper, sebelum memilih nama Crass, yang mana diambil dari lagu David Bowie, ‘Ziggy Stardust’ (khususnya lirik yang menyebutkan ‘The kids was just crass’). Anggota-anggota lain dari rumah tersebut mulai mengikutsertakan dirinya sendiri dalam band itu, dan hal itu berlangsung cukup lama sebelum Crass bermain di pertunjukkan pertamanya sebagai pengisi acara ‘Squatted Street Festival’ di Huntley Street, London Utara. Tak lama setelah itu mereka mulai bermain di klub punk legendaris, Roxy di area Covent Garden, London. Dengan uang dari band sendiri, membuat mereka sebuah bencana dari para pemabuk, dan berakhir dengan penolakan dari penampilan di panggung tersebut, yang diabadikan dalam lagu mereka ‘Banned from the Roxy’ dan essay Rimbaud ‘Crass at the Roxy’. Pertunjukkan-pertunjukkan awal mereka lainnya termasuk pertunjukkan reguler dengan the UK Subs di White Lion pub di Putney. Pertunjukkan-pertunjukkan tersebut ditonton oleh sedikit orang; “Penonton biasanya hanya kami ketika the Subs bermain, dan hanya the Subs ketika kami bermain.”, kata Penny Rimbaud.

Tak lama setelah itu, band tersebut memutuskan untuk bermain lebih serius, memberi pandangan lebih pada penampilan mereka. Dengan menghindari obat-obatan, alkohol dan juga ganja sebelum penampilan mereka di panggung, mereka juga mengadaptasi pikiran politis dari penggunaan baju berwarna hitam, gaya pakaian yang lebih cenderung kepada militer, diatas panggung ataupun dikehidupan sehari-hari. Mereka juga memperkenalkan pemakaian dari backdrop panggung, sebuah logo yang digambar oleh teman Rimbaud, Dave King (yang membentuk Sleeping Dogs Lie), seperti yang diperlihatkan di belakang cover album The Feeding Of The 5000. Hal ini membuat band tersebut terkenal dengan gaya militernya, yang mana membuat beberapa orang menuduh mereka sebagai sebuah band fasis. Crass menyebutkan bahwa penampilan seragam hitam mereka adalah maksud dari pernyataan mereka atas perlawanan akan “pemujaan personalitas”, dengan itu, agar berlawanan dengan kebanyakan band rock lain, tak ada satu anggotapun yang disebut sebagai pemimpin dari band tersebut.

Logo band yang ditampilkan di belakang panggung merepresentasikan sebuah percampuran dari beberapa ikon-ikon kekuasaan, termasuk salib agama kristen, swastika dan bendera Union Inggris yang disatukan dengan gambar ular berkepala dua yang memakan dirinya sendiri (untuk menggambarkan bahwa semua kekuasaan akhirnya akan hancur dengan sendirinya). Penulisan pesan-pesan politis juga salah satu dari strategi Crass untuk menyampaikan pandangan mereka sebagai “serangan kata-kata yang kontradiktif”, juga penggunaan musik yang keras dan agresif untuk menyampaikan pesan-pesan pasifisme mereka, karya-karya seni yang mengacu kepada Dadaisme menurut mereka sendiri juga mengambil bagian dan pula performance art sebagai latar belakang panggung.

Band tersebut juga menggunakan lampu-lampu panggung untuk memperkuat penampilan mereka, mereka tidak menggunakan lampu panggung yang simpel (hanya satu warna). Crass juga merupakan pionir dalam penggunaan alat-alat multi media di panggung, dengan menggunakan sistem teknologi video dan menggunakan film-film sebagai latar belakang panggung juga kolase-kolase video yang dibuat oleh Mick Duffield dan Gee Vaucher untuk membantu memaksimalkan penampilan mereka di atas panggung.

[sunting] Crass Records

Rilisan pertama dari Crass adalah The Feeding Of The 5000, sebuah EP 12 inci 45 rpm berisi 18 track dari the Small Wonder label pada tahun 1978. Para pekerja perusahaan itu awalnya menolak mengerjakan album tersebut karena adanya isi lirik yang sangat kontradiktif di lagu ‘Reality Asylum’. Album tersebut akhirnya dikeluarkan dengan dihilangkannya lagu tersebut dan diganti dengan kesunyian selama 2 menit, dan ironisnya lagu pengganti itu diberi judul ‘The Sound Of Free Speech’. Kejadian ini membuat Crass membuat label rekaman sendiri, Crass Records, dengan tujuan untuk menghadirkan album itu sepenuhnya, dan ‘Reality Asylum’ setelah itu akhirnya dikeluarkan pada sebuah single 7 inci yang direkam kembali. Cetakan album ‘The Feeding of The 5000’ oleh Crass Records menampilkan lagu yang sebelumnya tidak dimasukkan.

Seperti materi album mereka sendiri, Crass Records mengeluarkan album-album lainnya yang dikerjakan oleh para artist lain, album yang pertama dikeluarkan adalah single ‘You Can Be You’ oleh Honey Bane pada tahun 1980, seorang gadis muda yang tinggal di Dial House setelah kabur dari panti asuhan disana. Artis-artis lainnya termasuk Zounds, Flux Of Pink Indians, Rudimentary Peni, Conflict, band dari Icelandic KUKL (yang memasukkan suara dari Björk), penyanyi klasik Jane Gregory, dan the Poison Girls, sebuah band yang mempunyai pemikiran yang sama seperti Crass dan telah bekerja sama dalam segala hal selama bertahun-tahun dengan Crass.

Mereka juga mengeluarkan ketiga edisi dari ‘Bullshit Detector’, kompilasi dari demo-demo dan hasil rekaman yang pernah dikirimkan oleh band-band disana, dan mereka rasa kompilasi tersebut merupakan etos kerja DIY punk yang sesungguhnya.

Nomer-nomer yang tertera pada semua rilisan Crass records ditampilkan dengan maksud untuk menghitung mundur ke tahun 1984 (seperti, 521984 yang berarti “lima tahun lagi menuju 1984″), Crass menyatakan bahwa pada tahun tersebut mereka akan membubarkan diri, mengambil dari tanggal di novel George Orwell yang mereka percayai sebagai tanggal kemenangan dari pergerakan anti penguasa.

Crass mengeluarkan album ke-tiga mereka, ‘Penis Envy’, pada tahun 1981. Album ini menandakan awal kehadiran dari apa yang disebut testosterone-drivenhardcore punk‘ imej bentukan dari ‘Feeding of the 5000’ dan pengembangan dari ‘Stations of the Crass’ yang telah memberikan pengakuan dunia atas keeksistensian mereka. Album ini menampilkan aransemen musik yang lebih rumit dan suara perempuan yang dihadirkan oleh Eve Libertine dan Joy De Vivre, (walaupun Steve Ignorant menjadi anggota tetap dari grup tersebut dan juga dituliskan pada cover album ini, namun dia tidak mengikuti sesi rekaman Crass untuk album ini).

Crass juga melontarkan isu-isu feminisme dan sekali lagi menyerang semua institusi pemerintah seperti perkawinan dan penindasan sexual. Di salah satu lagu, sebuah lagu parodi dari ‘MOR’ lagu cinta yang diberi judul ‘Our Wedding’, diberikan secara gratis pada flexi disc dalam majalah romantis gadis muda, setelah majalah itu ditawari untuk menyebarkan lagu tersebut oleh sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Creative Recording And Sound Services” (lihat inisialnya). Kontroversi pada tabloid itu membuat pergerakan mereka semakin terdengar, juga ditambah dengan adanya pemberitaan pada News of the World yang menyatakan terlalu jauh bahwa judul lagu tersebut terlalu fulgar untuk diedarkan.

Album LP keempat dari Crass adalah double set album yang berjudul ‘Christ the Album’ pada tahun 1982, mengambil lebih dari satu tahun untuk proses perekamannya, produksi dan mixing, selama pada masa itu Perang Falklands terjadi dan berakhir. Hal ini membuat Crass mempertanyakan pendekatan dasarnya dalam membuat rekaman-rekaman tersebut. Sebagai grup musik yang mempunyai komitmen untuk mengangkat isu-isu politik, mereka merasa bahwa mereka telah membawa pesan dan penampilan mereka yang berlebihan terbentuk oleh adanya kejadian-kejadian nyata di dunia ini. Rilisan album itu di dalamnya termasuk lagu ‘How does it Feel to Be the Mother of A Thousand Dead’ dan ‘Sheep Farming in the Falklands’, dan pada album ‘Yes Sir, I Will’, mereka membawa kembali suara mereka ke dasarnya dan membawa pesan sebagai “respon taktis” untuk situasi politik pada saat itu.

Pada hari-hari awal mereka membuat grafiti stensilan disekitar wilayah London Underground, band tersebut juga terlibat dalam aksi langsung, begitu juga aktivitas musikal mereka. Pada tahun 1983 dan 1984 mereka melibatkan diri sebagai bagian dari aksi Stop the City yang mana melibatkan para pelari di awal abad ke-21 sebagai protes anti-globalisasi. Dukungan nyata mereka akan kegiatan yang seperti itu ditampilkan pada lirik lagu terakhir mereka yang berjudul ‘You’re Already Dead’, yang juga memperlihatkan bahwa Crass telah meninggalkan komitmen lama mereka sebagai pasifis. Hal ini membawa band tersebut pada introspeksi yang lebih jauh akan pendirian awal mereka, dan beberapa anggota grup ini merasa bahwa mereka mulai kehilangan pandangan akan esensi pendirian murni yang selama ini mereka jalankan. Sebagai hasil dari perdebatan tersebut, rilisan berikutnya dengan menggunakan nama Crass adalah album ‘Acts of Love’, sebuah album berisi 50 puisi oleh Penny Rimbaud dengan latar belakang musik klasik, yang juga bisa digambarkan sebagai “lagu-lagu untuk diriku yang lain” dan bertujuan untuk merayakan “kebutuhan akan hasrat kebersamaan, kedamaian dan cinta yang akan ada dengan adanya diri yang lain.”

Kejadian yang lebih lanjut akibat pasca perang Falklands adalah para anggota dari Crass membuat kehadiran mereka lebih diperhatikan, dengan adanya aktivitas agen KGB dari Administrasi Ronald Reagan. Dengan adanya rekaman yang dikenal sebagai ‘the Thatchergate tapes‘, sebuah kaset yang menampilkan percakapan yang dipalsukan dengan menggunakan sampel suara dari Margaret Thatcher dan Ronald Reagans, yang membicarakan rencana mereka bahwa Eropa akan digunakan sebagai target sasaran senjata nuklir apabila terjadi konflik antara Amerika dan Uni Soviet. Rekaman tersebut menyebar dikalangan publik banyak, walaupun tak ada label Crass didalamnya, entah bagaimana koran British Observer bisa menghubungkan rekaman suara tersebut dengan Crass.

[sunting] Bubarnya crass

Crass akhirnya berhenti tampil didepan orang banyak setelah akhirnya menjadi ancaman serius bagi pemerintahan Margaret Thatcher setelah terjadinya Perang Falklands. Crass dipanggil menghadap Parlemen dan menghadiri pengadilan mereka akan Aksi Publikasi yang Vulgar dalam hukum Inggris, hal ini membuat mereka bertarung dimeja hijau dan berakhir dengan apa yang mereka sebut aksi kekerasan akhirnya mendapatkan apa yang seharusnya diterima. Pada 7 Juli 1984 Crass memainkan pertunjukkan terakhirnya di Aberdare, Wales, sebuah acara benefit untuk para penambang disana yang sedang mogok kerja, sebelum kembali ke Dial House untuk menyimpan energi mereka bagi perlawanan berikutnya dimana saja.

Andy Palmer yang bermain gitar memutuskan untuk keluar dari band agar bisa meneruskan studinya di kuliah seni, dan konsensus dari grup tersebut adalah “menggantikan posisi Andy Palmer sama saja dengan menerima mayat sebagai anggota band berikutnya”. Hal ini memperkuat keputusan mereka untuk membubarkan diri pada tahun 1984. Steve Ignorant lalu bergabung dengan band Conflict, yang mana dia selama ini telah menjadi adisional basis band itu, dan pada tahun 1992 dia membentuk grup Schwartzeneggar. Dari tahun 1997 sampai 2000, dia telah menjadi anggota grup Stratford Mercenaries. Dia juga bekerja di ‘Punch and Judy’ sebagai performer. Eve Libertine meneruskan merekam lagu dengan putranya sendiri, Nemo Jones, juga sebagai artis performer di grup A-Soma. Pete Wright mengkonsentrasikan dirinya dalam pembuatan rumah perahunya dan membentuk grup artis performer, Judas 2, dan Rimbaud meneruskan untuk menulis dan tampil solo ataupun dengan artis lain.

[sunting] Pengaruh-pengaruh crass

Pengaruh filosofi dan estetika seni dari Crass pada hampir seluruh band punk di tahun 1980-an tak bisa lagi disangkal, walaupun beberapa band menirukan jenis musik mereka pada saat-saat terakhir (seperti pada album ‘Yes Sir, I Will’ dan rekaman terakhir mereka, ‘10 Notes on a Summer’s Day’). Crass mengatakan bahwa pengaruh musik yang mereka ambil cenderung lebih ke bentuk musik rock tradisional, begitu juga dengan musik klasik (khususnya musik dari Benjamin Britten, yang mana Rimbaud nyatakan, beberapa riff dari lagu-lagu Crass meniru musik dia seluruhnya), karya-karya seni Dada dan avant-garde seperti buatan John Cage juga performance art tradisional. Lukisan dan kolase-kolase hitam putih pada cover album mereka oleh Gee Vaucher menjadi model dalam estetika seni modern.

Pada bulan November tahun 2002 beberapa mantan anggota Crass berkolaborasi dibawah nama The Crass Collective untuk mengatur aksi Your Country Needs You, sebuah konser musik yang mengangkat “suara-suara yang bertentangan dengan perang” yang diadakan di Queen Elizabeth Hall, South Bank, kota London, termasuk penampilan dari performer Britten’s War Requiem. Pada bulan Oktober 2003, The Crass Collective merubah nama kegiatan mereka menjadi Crass Agenda, dan mereka meneruskan penampilan mereka secara rutin. Selama tahun 2004 Crass Agenda mengkampanyekan untuk menyelamatkan Klub Jazz, Vortex di Stoke Newington, London Utara, yang mana sekarang telah di relokasikan menjadi Hackney. Pada bulan Juni 2005, Crass Agenda dinyatakan bubar, dan merubah namanya ke bunyi yang lebih pantas, Last Amendment.

[sunting] Anggota-anggota Crass

i”K

Posted in Uncategorized on Maret 4, 2009 by zy88

kenapa harus punk?

“saya tidak pernah memilih untuk jadi sesuatu yang saya tidak suka,

saya ga’ akan pernah memaksa jiwa saya menyukai sesuatu yang tidak dia(jiwa saya) suka,

biarkan saya mengalir apa adanya”

“punk hanyalah sebuah simbol komunitas kami,sebenarnya yang kami ingikan bukanlah menjadi punkers,tetapi sebuah kebebasan,kebebasan tanpa penindasan,kebebasan tanpa ada orang yang takut dengan orang lain,kebebasan dari kapitalis,kebebasan tanpa batasan suku,ras,budaya,dan negara,kebebasan dari penguasa pengatur yang membuat aturan dan dia sendiri melanggarnya,kebebasan dari bayang2 koruptor yang selalu menggondol rakyat,kenapa kita tidak bisa sama rata di dunia?seperti ketika menghadap tuhan?”

“dan di sinilah kami dapat merasakan semua itu,wlaupun dalam komunitas yang kecil,kami akan terus menyuarakan itu……..”

“kami bukanlah tikus jalanan yang butuh belas kasihan,kami bukan pengmis yang inginkan makan,tapi kami punya harga diri dan kehormatan,untuk meneruskan hidup yang tuhan berikan”

punk….

Posted in Uncategorized on Maret 4, 2009 by zy88

sebenarnya apa si yang di sebut punk?
apakah dandanan rambut howalknya,apkah gaya hidupnya yang serba ingin bebas,ato musiknya yang kadang bikin gendang telinga mau pecah????
ya semua itu memeang antara beberapa dari ratusan bahkan ribuan ciri2 anak punk,tapi yang ingin saya tulis di sini adalah,apakah punkers(baca anak punk)harus selalu berambut howalk,memakai jaket kulit,berclanakan jeans ketat,bersepatu boot kulit dan bergaya urakan?
menurut gue semua itu tergantung punkers itu sendiri,tapi dalam banyak segi punkers2 sekarang lebih dominan menyesuaikan lingkungan walaupun masih terlihat sangat menonjol dari segi fashion,sikap dan musiknya.
mungkin itu karna prinsip DIYnya yang sudah melekat di dalam hati punkers2 semua.
tapi kalo gue yang ngomong punkers tidaklah hanya di ekspresikan dengan penampilannya saja,jiwa dan penghayatannya juga sangat mendukung.loe liat sekarang banyak punkers2 bajakan dari kalangan elite yang menggunakan fashionstill punk sebagai gaya mereka,padahal dalam hidupnya dia ga tau yang namanya Do It Yourself,apakah orang seperti itu patut kita cap sebagai punkers?
tentu saja kita ngga mau karna ini akan merusak citra punk yang selalu menyuarakan kebebasan dengan prinsip Do It Yourself…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.