maret sial,mei malang….!!

di tengah keramaian kuala lumpur,sedikitpun aku ngga ngerasain itu.di tengah riang tawa gadis-gadis manis,sedikitpun tidak membuatku mengikuti rentak mereka.

biarpun haampir 2,5 tahun di sini tapi hatiku tak pernah singgah sedikitpun,hatiku selalu menyuruh aku pulang,tetapi otakku masih berpikir panjang…

sejak pertama menginjakkan kaki di malaka februari dua tahun lalu sejak itulah hatiku merintih,melawan arus hidup yang aku rasa bukan kehidupanku,bersahabat dengan matahari yang sebelumnya adalah musuh beratku.

dan keadaan mengajariku untuk menantang kekerasan,untuk mencoba sesuatu yang belum pernah aku coba,untuk bertahan hidup di kala jauh dari keluarga dan tidak mengeluh dengan siapapun.

sampai akhirnya aku kabur dan mendapat tempat di kuala lumpur.

walau banyak senyuman aku dapat di sini,tapi bukan seperti dulu ketika tersenyum di antara adik-adik dan keluarga,semua melihat,semua tersenyum saat aku tersenyum,memanjakanku di saat sakit,memapahku di saat tak berdaya,menuntunku ke arah yang mereka anggap lurus.

tapi di sini aku benar-benar sendiri,menghitung hari seolah menunggu mati,padahal aku sadar,banyak yang mengharapkan aku,banyak yang butuh bantuanku,tapi apa yang mau di kata..?sedangkan di sini aku tak seperti yang aku duga sebelumnya.

ingin sebenarnya aku membuat semua tersenyum,gembira dan bangga dengan seorang AZIZ,tapi untuk itu terlalu berat buat aku,terlalu kecil aku untuk membesarkan sebuah keluarga yang memang sudah besar,terlalu besar harapan yang di berikan kepadaku.

malaysia bukanlah tempatku,tapi keadaan telah memenjarakan aku di sini,membuat hidup yang dulu lues semakin kaku,membuat yang dulu lunak menjadi keras,membuat yang dulu takut menjadi garang,membuat yang dulu tak ada menjadi banyak,bahkan yang dulu ada sekarang hilang,itulah malaysia,mengajarkan kerasnya hidup tanpa peraduan,tanpa bimbingan,berjalan sendiri.

di sini semua berlomba mencari lumbung emas,mencari pengakuan atas hartanya,mencari yang mereka sebut simpanan kekayaan,aku ingin seperti mereka,tapi aku tak bisa menirunya.

Hidup hanya untuk bekerja,pagi berangkat malam pulang,aku belum mau menghabiskan waktuku untuk sesuatu yang fana seperti itu,tapi aku juga ngga bisa memanfaatkan waktu yang tak aku gunakan,bener-bego di sini…

penyesalan bukanlah jalan,yang pasti pengalaman aku di sini sudah aku bayar mahal,terlalu mahal bahkan.

walaupun kadang mengeluh dalam menjejaki hidup,tapi belajar dari hari-hari yang aku buang tidak sia-sia,semua ada maknanya,walaupun bukan uang.

dan kalo akhirnya nanti banyak yang kecewa,aku minta maaf,aku tidak bisa memberi apa yang kalian mau,padahal aku sudah berusaha,tapi apa yang aku inginpun belum aku dapet.

seperti apa jlanku nanti…?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.